|
Masdar (kata dasar) dari kata 'Ied adalah 'aada, yaitu "kembali". Sedang 'Aidin itu isim fa'il (pelaku) dari 'aada. 'Aidin atau 'Aidun itu bentuk jamak (plural) dari 'aid, yang artinya "yang kembali". Maksudnya adalah "kembali kepada fitrah".
Sedang Faizin adalah isim fa'il dari faaza (kata lampau) yang artinya "pemenang". Tepatnya, Faizin itu adalah [telah] menang. 'Aid (yang kembali) dan Fa'iz (yang menang) apabila dalam bentuk jamak maka menjadi 'Aidun dan Fa'izun. Karena didahului "Min" huruf jar, maka Aidun dan Faizun menyelaraskan diri menjadi "Aidin" dan "Faizin". Sehingga lengkapnya "Min Al 'Aidin wa Al Faizin". Agar lebih mudah membacanya, kita biasa menulis dengan "Minal Aidin wal Faizin".
"Min Al 'Aidin wa Al Faizin", memiliki makna "dari [bagian] (orang-orang) yang kembali dan yang menang. Kalimat tersebut adalah kalimat doa atau kalimat yang penuh pengharapan. Sehingga ketika mengucapkannya, ada harapan: "Semoga engkau termasuk (bagian dari) orang-orang yang kembali kepada fitrah kesucian dan termasuk (bagian dari) orang-orang yang mendapatkan kemenangan". Amin. Sehingga dengan demikian sebetulnya arti "Minal Aidin wal faizin" bukanlah "Mohon maaf lahir & batin".
Adapun ucapan Minal 'Aidin wal Faizin tidak pernah dituntunkan oleh Rasulullah SAW. Yang diucapkan oleh Rasulullah SAW adalah "Taqqabalallahu minna a minkum", yang artinya "Semoga Allah (berkenan) menerima [amalan] dari aku dan engkau.
Kemudian menurut riwayat, ucapan ini ditambahkan oleh para sahabat, yaitu dengan ucapan "Shiyamana wa shiyamakun", yang artinya: shaum (puasa) ku dan engkau. Ini adalah ucapan yang ditambahkan oleh para sahabat. Kedua kalimat di atas jika dirangkai akan bermakna do'a dan harapan, agar semua amalan kita (terutama ketika menjalankan ibadah Ramadhan), berkenan diterima oleh Allah SWT, begitu pula dengan amalan berupa puasa Ramadhan.
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
Taqabbalallahu minna wa minkum,
shiyamana wa shiyamakum,
minal 'aidin wan faizin
Mohon maaf lahir dan batin
|