|
Pelatihan bela diri praktis kini jumlahnya semakin menjamur dengan beragam metode dan arah sasaran yang ditujukan pada beragam segmen pasar. Salah satu pioneer pada pelatihan bela diri praktis ini adalah Pelatihan BELAPRAKTIS, yaitu sebuah kursus bela diri praktis independen yang memiliki metode cukup unik dan khas.
Pelatihan beladiri praktis - BELAPRAKTIS pertama kali muncul pada tahun 2002. Pada pembukaan kursus pertama kali, ada tujuh orang peserta yang mendaftar yang terdiri dari mahasiswi, karyawati, dan ibu rumah tangga. Keseluruhan peserta pada kursus pertama ini adalah wanita. Setelah gelombang pertama ini para peserta kursus-kursus selanjutnya ada yang berasal dari beragam profesi termasuk guru, murid SD, bahkan supir pribadi, dan pembantu rumah tangga yang didaftarkan oleh para orang tua ataupun majikannya.
Latar belakang dibentuknya Kursus BELAPRAKTIS ini adalah adanya keinginan untuk menggerakkan masyarakat agar memiliki kesadaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari peran masyarakat dalam menjaga ketahanan negara. Untuk itu maka dipandang perlu membuat suatu wadah yang digerakkan dengan lebih fokus dan terarah, sambil bekerja sama dengan instansi terkait. Selan itu kursus ini diharapkan dapat menjadi aktifitas pilihan bagi masyarakat yang menyenangi gaya hidup yang sehat, dinamis, dan sportif.
Kursus BELAPRAKTIS tidak berkonsentrasi pada satu jenis bela diri namun lebih merupakan gabungan atau campuran dari berbagai aliran bela diri, yang nantinya disesuaikan dengan kebutuhan dan postur tubuh pesertanya. Namun begitu BELAPRAKTIS bukanlah sebuah aliran bela diri tersendiri, sehinnga BELAPRAKTIS bukanlah sebuah martial art, namun lebih fokus sebagai self-defense.
Para Instruktur BELAPRAKTIS berasal dari berbagai macam latar belakang disiplin bela diri seperti Karate, Taekwondo, Wushu, Jiujitsu, maupun Silat. Para calon Instruktur ini direkrut sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan, program, dan tujuan BELAPRAKTIS. Dalam perekrutan calon Instruktur memang terlihat lebih mengutamakan calon Instruktur wanita, mengingat fokus primer dari kursus BELAPRAKTIS ini adalah untuk kalangan wanita.
Kursus BELAPRAKTIS terdiri dari 80% pembinaan mental, dan 20% beladiri. Pada tahap awal, BELAPRAKTIS lebih menitik beratkan pada pembinaan mental dan aspek-aspek self-defense. Pelaksana kursus BELAPRAKTIS ini sadar bahwa tidak mungkin menghasilkan peserta didik yang "jago beladiri" secara instant melalui kursus yang relatif singkat ini. Namun pelaksana kursus BELAPRAKTIS memandang bahwa sangat mungkin jika kursus ini membekali para peserta dengan mental serta pengenalan dunia bela diri secara lebih dekat. Bagi peserta yang memiliki minat lebih dalam ke bela diri tertentu maka BELAPRAKTIS mengarahka para lulusan ini ke klub-klub atau perguruan bela diri lainnya yang ada. ***BP
|