|
Kita seringkali menemukan kekeliruan-kekeliruan dalam penggunaan Bahasa Indonesia di dalam tulisan esai. Tulisan berikut adalah panduan sederhana yang mudah diingat ketika Anda menulis esai Bahasa Indonesia.
1. Partikel –lah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Lakukanlah sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
2. Partikel –pun ditulis terpisah dengan kata yang mendahuluinya, kecuali kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata.
Misalnya:
Bukan hanya pemerintah, rakyat pun seharusnya ikut memperkuat ketahanan Negara.
Bandingkan:
Orang tua akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anak.
3. Kata depan di, dari dan ke ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Surat itu diletakkan di atas meja.
4. Imbuhan ditulis terhubung dengan kata yang mengikutinya
Misalnya:
Sebelum dilaksanakan, sebuah kegiatan harus terlebih dahulu direncanakan dengan baik.
5. Setiap kalimat harus mengandung subyek – predikat – (obyek).
Misalnya:
Pimpinan Pusat menghimbau kepada sekretaris yang berada di setiap wilayah dan setiap daerah, untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dalam penulisan surat organisasi.
Bandingkan:
Demi kelancaran proses administrasi.
6. Hindari menggunakan kalimat yang panjang dan berbelit-belit, dan kurangi pengulangan yang tidak penting.
7. Jangan menggunakan kata dan, tetapi dan atau di awal kalimat
8. Gunakan susunan kata sedemikian rupa sehingga kalimat tidak mengkibatkan salah nalar atau salah tafsir.
Misal:
Kemarin adalah hari ulang tahun ke-45 Ketua V Pimpinan Pusat TAPAK SUCI.
Bandingkan:
Kemarin adalah hari ulang tahun Ketua V Pimpinan Pusat TAPAK SUCI ke-45.
****
|